• Home
  • Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

    Selasa, 20 November 2012

    Mclaren di Indonesia

    OTOSIA.COM - Kabar kehadiran McLaren di Indonesia sudah tercium sejak IIMS 2012 lalu. Kabar beredar, salah satu importir umum akan menjadi pemasar supercar ini. Namun, pihak bersangkutan masih tutup mulut, walau beredar bocoran bahwa McLaren Indonesia akan diresmikan dalam beberapa hari ke depan.
    "Kisaran akhir Bulan ini di Jakarta, di salah satu hotel," ungkap sumber dari importir tersebut mengenai kehadiran McLaren di Tanah Air.
    Niat membuka jaringan dealer di Indonesia sendiri disampaikan Ian Gorsuch, Direktur McLaren untuk Kawasan Asia Pasifik. Mclaren MP4-12C sebagai mobil ikonnya di Tanah Air beberapa waktu lalu sempat dipamerkan di IIMS 2012 melalui importir umum.
    "McLaren berencana memiliki 8 jaringan dealer di China hingga 2014. Empat dealer pertama akan dibangun pada awal pertengahan tahun depan. Beberapa bulan selanjutnya, Indonesia, Malaysia dan Taiwan," Ian Gorsuch di Tokyo, seperti dikutip media Bloomberg.
    Ian Gorsuch dalam keterangannya tidak menyebut lebih jauh mengenai mobil yang akan didatangkan ke tanah air. McLaren sendiri menurut sejumlah sumber sudah terjual 12 unit di Indonesia untuk model MP4-12C.
    McLaren MP4-12C menggunakan mesin V8 berkapasitas 3.800 cc. Tenaga yang disemburkan mencapai 592 hp pada 7.000 rpm dengan torsi puncaknya mencapai 601 Nm pada 6.000 rpm. Transmisinya otomatis 7-percepatan mengadopsi teknologi dual-clutch. Kecepatan maksimalnya diklaim mencapai 333 km/h.
    Mclaren MP4-12C di luar dibanderol kisaran US$ 229.000 atau sekitar Rp 2.205 miliaran. Dengan kata lain, model Mclaren ini dipasarkan dengan harga di bawah Lamborghini Aventador LP 700-4. Sehingga MP4-12C mungkin dibanderol tak sampai Rp 7 miliar.(kpl/nzr/vin)
    0 komentar

    Senin, 19 November 2012

    Pabrikan Toya ditahun 2012


    foto

    Toyota Tarik 2,7 Juta Mobil di Seluruh Dunia

    TEMPO.CO, Tokyo - Produsen kendaraan terbesar di Jepang, Toyota, bakal menarik 2,7 juta mobil di seluruh dunia karena bermasalah di bagian kemudi dan sistem pompa air. Penarikan tersebut terdiri dari sembilan model, termasuk Toyota Corolla dan generasi kedua Prius.

    Kebijaksanaan ini berlangsung empat pekan setelah perusahaan menarik lebih kurang 7 juta kendaraan di seluruh dunia, berikut model Corolla dan Camry yang disebabkan oleh kerusakan pada swich cendela.

    Joichi Tachikawa, juru bicara Toyota, mengatakan kepada BBC bahwa kendaraan produksinya diakui memiliki masalah di bagian roda kemudi sehingga poros kemudinya berat. Meskipun demikian, sejauh ini, tidak ada laporan yang menyebutkan adanya kecelakaan yang diakibatkan oleh masalah tersebut.

    Penarikan terakhir Toyota pada tahun ini terhadap 75 ribu unit mobil di Inggris Raya. Reputasi Toyota hancur terjadi pada 2009 saat melakukan penarikan terhadap 12 juta kendaraan dan mendapatkan denda dari otoritas lalu lintas di Amerika Serikat.

    Pembuat mobil Jepang ini berusaha keras membangun kembali reputasinya yang rusak dan berusaha mendapatkan lagi kepercayaan para pelanggannya dengan cara meminta maaf secara terbuka.

    Kendati telah meminta maaf dan melakukan penarikan besar-besaran, jelas para pengamat, hal tersebut tak dapat membantu memperbaiki reputasi yang rusak akibat kesalahan yang dilakukan pada 2009.

    “Tak ada manusia sempurna. Kendaraan saat ini sangat rumit,” kata Koichi Sugimoto, pengamat otomotif di Tokyo. “Toyota telah mengambil langkah tepat untuk memperbaiki masalah, jadi saya tidak berpikir ini akan menyebabkan kerusakan yang signifikan terhadap reputasi Toyota."
    0 komentar

    Populasi Mobil Melonjak Lebih dari Dua Kali Lipat


    Populasi Mobil Melonjak Lebih dari Dua Kali Lipat

    Populasi mobil melonjak tinggi karena prioritas kebijakan transportasi darat/ist
    Dunia industri (Juni 2012) -- Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menyebutkan populasi mobil di Indonesia melonjak lebih dari dua kali lipat selama 11,5 tahun terakhir. Sekitar 68,6% di antaranya berada di Pulau Jawa.
    Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto menilai, persebaran populasi kendaraan di Indonesia masih timpang karena didominasi di Pulau Jawa. "Total populasi kendaraan baru akan terkonsentrasi di Pulau Jawa dengan proyeksi sekitar 70%," ujarnya.
    Pola transportasi di Indonesia yang masih mengandalkan transportasi darat memicu pertumbuhan tinggi populasi mobil di Indonesia. "Dari total pasar mobil pada tahun 2011 sebesar 894.164 unit, 68,6 persen pangsa pasar di antaranya berada di Jawa," ujarnya.
    Populasi mobil pada tahun 2000 hanya mencapai 5,04 juta unit. Angka tersebut melonjak 117,7% menjadi 10,97 juta unit terhitung hingga Mei 2012. Pada tahun 1989, populasi mobil mencapai 2,29 juta unit dan melonjak 120,1% pada tahun 2000.
    Data tersebut diperoleh dari asumsi Gaikindo yang dihitung berdasarkan mobil yang masih aktif beroperasi baik dalam kondisi bekas maupun baru. Dengan populasi dan pertumbuhan sebesar itu, Indonesia menjadi negara di ASEAN yang mencatatkan pertumbuhan populasi mobil yang kurang agresif. Namun, populasi mobil di Indonesia secara volume masih relatif lebih besar dibandingkan dengan Malaysia.
    Total populasi kendaraan bermotor di Indonesia pada 2011 ditaksir mencapai 107.226.572 unit. Jumlah itu terdiri atas 12,8% kendaraan roda empat (mobil) dan 81,2% kendaraan roda dua (motor).
    Total populasi kendaraan bermotor di Indonesia merupakan hasil perhitungan tim redaksi duniaindustri.com dari data dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
    Data Polri menyebutkan pada tahun 2009 tercatat ada 10.364.125 unit mobil, sementara motor mencapai 70.714.569 unit. Dengan demikian, total populasi kendaraan bermotor di Indonesia 81.078.694 unit di 2009, yang terdiri atas 12,8% mobil, sementara motor 81,2%.
    Tim redaksi duniaindustri.com mengasumsikan kenaikan penjualan kendaraan bermotor di 2010 sebesar 15%, maka total populasi kendaraan di Indonesia pada 2010 mencapai 93.240.498 unit. Sementara di 2011, jika populasi kendaraan meningkat 15% dibanding 2010, maka total populasi kendaraan di negeri ini mencapai 107.226.572 unit.
    Total populasi kendaraan bermotor di Indonesia sebesar 107.226.572 unit pada 2011, diperkirakan menjadi yang terbesar ketiga di dunia, setelah Amerika Serikat dengan jumlah 246,56 juta unit, disusul China sebanyak 154,65 juta unit.
    Sebagai perbandingan, data duniaindustri.com yang diperoleh dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menyebutkan, total populasi kendaraan bermotor di Indonesia mencapai 50.824.128 unit atau terbesar keenam di dunia pada 2010.
    Populasi kendaraan bermotor di dunia yang paling besar berada di Amerika Serikat dengan jumlah 246,56 juta unit, disusul China sebanyak 154,65 juta unit, Jepang 92,49 juta unit, India 76,43 juta unit, Jerman 54,87 juta unit, baru kemudian Indonesia.
    Total populasi kendaraan bermotor di Indonesia menjadi yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara, di atas Thailand sebanyak 25,29 juta unit, Vietnam 14,51 juta unit, Malaysia 7,28 juta unit, dan Filipina 2,15 juta unit.
    Dengan jumlah penduduk Indonesia mencapai 234,69 juta orang pada 2010, rasio penduduk terhadap populasi kendaraan bermotor adalah 1 unit kendaraan berbanding 4,6 orang. Itu berarti setiap 4,6 orang di Indonesia memiliki satu kendaraan bermotor, baik mobil ataupun motor.
    Perkembangan populasi kendaraan bermotor di Indonesia bergerak melebihi pertumbuhan panjang jalan di negeri ini. Panjang jalan di Indonesia hingga tahun lalu mencapai 368.360 kilometer. Dengan begitu, rasio kendaraan bermotor terhadap panjang jalan di Indonesia mencapai 138 unit/kilometer. Rasio kendaraan bermotor terhadap panjang jalan di Indonesia cukup tinggi dibanding Malaysia yang hanya 74 unit/kilometer, Filipina 11 unit/kilometer, namun di bawah Thailand 441 unit/kilometer dan Vietnam 5.581 unit/kilometer.
    Tingginya populasi kendaraan bermotor di Indonesia tidak lepas dari pesatnya pertumbuhan penjualan mobil dan motor di negeri ini. Duniaindustri mencatat, di semester I 2011 penjualan mobil di Indonesia whole sales (sampai tingkat dealer) mencapai 415.276 unit, naik 12,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu 370.214 unit. Penjualan motor di Indonesia naik 12,86% di semester I 2011 dibanding semester I 2011, dari 3,6 juta unit menjadi 4,07 juta unit.(Tim redaksi 01)
    Rekomendasi
    Tingginya populasi kendaraan bermotor di Indonesia memperlihatkan kuatnya daya beli masyarakat terhadap produk mobil dan motor. Tak heran agen tunggal pemegang merek menangguk untung besar dari penjualan kendaraan bermotor. Namun tingginya populasi kendaraan bermotor harus diimbangi dengan pertumbuhan pesar pembangunan jalan agar tidak terjadi kemacetan parah (kongesti) di kota-kota besar di Indonesia.
    0 komentar

    Mazda Biante yang memukau

    Mazda Biante Berhasil Memukau Pengunjung IIMS


    Mazda Biante
    Jenis mobil MPV memang sangat digemari di Indonesia. Sebagai bukti salah satu mobil berjenis MPV keluaran Mazda diserbu oleh pengunjung IIMS. Pada kesempatan ini, Mazda memukau pengunjung dengan menampilkan mobil  keluaran terbarunya “Mazda Biante”.
    Sulit rasanya melihat mobil ini secara utuh sebab pengunjung tidak henti-hentinya memadati stand Mazda untuk melihat mobil ini dari dekat dan mencoba duduk didalamnya. Beberapa faktor mengapa mobil ini banyak dilirik pengunjung adalah karena modelnya yang unik dan juga kabinnya yang lega.  Harganya pun cukup kompetitif dengan MPV dari produsen-produsen lain yaitu seharga Rp 380 Juta.
    Angka pemesanan Biante juga fantastis sebanding dengan jumlah kunjungan dari stand mereka. Dapat dipastikan Mazda Biante akan dapat mencapai target penjualannya melalui IIMS 2012 ini.
    0 komentar

    City Car yang pas

    City Car yang Pas Untuk Anda dari Toyota


    Toyota iQ EV
    Toyota benar-benar ingin mewujudkan konsep Eco Car nya. Berbekal perhatian Toyota terhadap lingkungan dan macetnya lalu lintas perkotaan, Toyota meluncurkan City Car yang didesain khusus ramah lingkungan dan akan menghemat uang anda. Selama ini Toyota dikenal dengan mobil-mobil berkonsep Hybrid. Namun sebenarnya Toyota telah mengembangkan Electric Vehicle (Mobil Listrik) untuk mengantisipasi jumlah bahan bakar fosil yang sudah sangat tipis.
    City Car yang diusung Toyota kali ini adalah Toyota iQ EV. Mobil listrik yang didesain khusus untuk berkendara dalam kota ini memiliki panjang 3120 mm dan lebar 1680 mm. Bobotnya sedikit lebih berat 125 kg dari Toyota iQ berhubung pengunaan Baterai lithium-ion yang posisinya berada dibawah lantai sebagai sumber tenaganya. Lantai didesain rata karena tidak lagi membutuhkan pipa gas buang.
    Untuk pengisian full 100% dibutuhkan waktu 3 jam namun jika anda terburu-buru, dengan waktu singkat sekitar 15 menit pun mobil sudah terisi 80%.  Dibekali satu motor listrik/generator 47 kW   Toyota iQ EV bisa mencapai torsi maksimal 163 Nm dan  akselerasi 0-100 kpj dalam 14 detik.
    Soal gaya, ini dia yang bikin anda bisa kepincut dengan Toyota iQ EV. Desain unik dengan warna two tone hitam putih seperti menandakan waktu peralihan. ” Saatnya anda beralih ke mobil listrik”. Grill bawah berbentuk trapesium dengan sepasang lampu depan yang seolah menatap tajam kedepan. Lampu belakang perpaduan lampu LED.
    0 komentar

    Mirage siapturun pasar

    Mitsubishi Mirage Siap Gempur Pasar Indonesia


    Mitsubishi Mirage Berita Otomotif
    Kali ini Mitsubisi melalui PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) meluncurkan produk terbarunya yang diberi nama “Mitsubisi Mirage“. Produk ini mengusung konsep Eco Car dan siap dipasarkan di Indonesia dengan tiga varian yakni Mirage GLX, GLS, dan Exceed.
    Untuk anda yang senang dengan mobil bertransmisi manual, Mirage GLX sangat cocok untuk anda kendarai. Varian Mirage ini memiliki lima percepatan dengan mesin 1200 cc. Untuk yang senang dengan transmisi otomatis, kenyamanan anda berkendara makin dimanjakan dengan transmisi automatic CVT INVECS III yang sudah lebih halus dari tranmisi automatic biasa.
    Dengan tagline Rainbow your live, Mirage memberikan penawaran menarik dengan berbagai macam pilihan warna yang trendy dan juga gaul.
    Mitsubishi Mirage memiliki spesifikasi mesin 1.2-liter  3 silinder berpendingin oli ( DOHC) , 12 valve dengan tenaga 77 PS pada 6.000 rpm dan torsi 100 Nm pada 4.000 rpm. Mitsubisi Mirage  memiliki dimensi panjang 3.710 milimeter, lebar 1.665 milimeter, dan lebar 1.500 milimeter dengan wheelbase 2.450 milimeter. Untuk pasaran Indonesia Mitsubishi Mirage dibandrol seharga Rp 139 Juta untuk tipe GLX dan Rp 165 untuk tipe Exceed.
    0 komentar

    Tembus 78 T


    Penjualan Mobil Semester I Tembus Rp 78,85 Triliun


    Penjualan mobil di semester I 2012 tumbuh cukup meyakinkan sebesar 25%/ist
    (Dunia industri.com) -- Nilai penjualan mobil di Indonesia pada semester I 2012 menembus Rp 78,85 triliun, naik sekitar 25% dibanding dengan periode yang sama pada 2011. Sebanyak 525.690 unit mobil terjual di semester I 2012.
    Nilai penjualan mobil di Indonesia diperoleh dari perhitungan duniaindustri.com dengan mengalikan jumlah mobil yang terjual dengan harga rata-rata mobil Rp 150 juta per unit. Nilai penjualan mobil di Indonesia dapat lebih besar lagi karena sebagian mobil dijual di atas harga Rp 150 juta per unit.
    Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan penjualan mobil di Indonesia pada semester I 2012 mencapai 525.690 unit, meningkat 25% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
    Hampir semua merek mengalami kenaikan penjualan. PT Toyota Astra Motor menorehkan penjualan 210 ribu unit di semester I 2012, disusul Daihatsu 80 ribu unit, Mitsubishi 69 ribu unit, Suzuki 52 ribu unit, Nissan 32 ribu unit, Honda 22 ribu unit, Isuzu 15 ribu unit, Mazda 4.600 unit.
    Data Gaikindo menyebutkan, penjualan mobil secara wholesales pada 2011 mencapai 894.180 unit, sementara secara retail sales mencapai 890.569 unit. Puncak penjualan mobil nasional (wholesales) terjadi pada Juli 2011 mencapai 89.056 unit. Sedangkan retail sales tertinggi pada Oktober 2011 sebesar 85.428 unit.
    Total populasi kendaraan bermotor di Indonesia pada 2011 ditaksir mencapai 107.226.572 unit. Jumlah itu terdiri atas 12,8% kendaraan roda empat (mobil) dan 81,2% kendaraan roda dua (motor). Total populasi kendaraan bermotor di Indonesia merupakan hasil perhitungan tim redaksi duniaindustri.com dari data dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
    Data Polri menyebutkan pada tahun 2009 tercatat ada 10.364.125 unit mobil, sementara motor mencapai 70.714.569 unit. Dengan demikian, total populasi kendaraan bermotor di Indonesia 81.078.694 unit di 2009, yang terdiri atas 12,8% mobil, sementara motor 81,2%.
    Tim redaksi duniaindustri.com mengasumsikan kenaikan penjualan kendaraan bermotor di 2010 sebesar 15%, maka total populasi kendaraan di Indonesia pada 2010 mencapai 93.240.498 unit. Sementara di 2011, jika populasi kendaraan meningkat 15% dibanding 2010, maka total populasi kendaraan di negeri ini mencapai 107.226.572 unit.
    Total populasi kendaraan bermotor di Indonesia sebesar 107.226.572 unit pada 2011, diperkirakan menjadi yang terbesar ketiga di dunia, setelah Amerika Serikat dengan jumlah 246,56 juta unit, disusul China sebanyak 154,65 juta unit.
    Sebagai perbandingan, data duniaindustri.com yang diperoleh dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menyebutkan, total populasi kendaraan bermotor di Indonesia mencapai 50.824.128 unit atau terbesar keenam di dunia pada 2010.
    Populasi kendaraan bermotor di dunia yang paling besar berada di Amerika Serikat dengan jumlah 246,56 juta unit, disusul China sebanyak 154,65 juta unit, Jepang 92,49 juta unit, India 76,43 juta unit, Jerman 54,87 juta unit, baru kemudian Indonesia. Total populasi kendaraan bermotor di Indonesia menjadi yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara, di atas Thailand sebanyak 25,29 juta unit, Vietnam 14,51 juta unit, Malaysia 7,28 juta unit, dan Filipina 2,15 juta unit.
    Dengan jumlah penduduk Indonesia mencapai 234,69 juta orang pada 2010, rasio penduduk terhadap populasi kendaraan bermotor adalah 1 unit kendaraan berbanding 4,6 orang. Itu berarti setiap 4,6 orang di Indonesia memiliki satu kendaraan bermotor, baik mobil ataupun motor.(Tim redaksi 02)
    Rekomendasi
    Perkembangan populasi kendaraan bermotor di Indonesia bergerak melebihi pertumbuhan panjang jalan di negeri ini. Panjang jalan di Indonesia hingga tahun lalu mencapai 368.360 kilometer. Dengan begitu, rasio kendaraan bermotor terhadap panjang jalan di Indonesia mencapai 138 unit/kilometer. Rasio kendaraan bermotor terhadap panjang jalan di Indonesia cukup tinggi dibanding Malaysia yang hanya 74 unit/kilometer, Filipina 11 unit/kilometer, namun di bawah Thailand 441 unit/kilometer dan Vietnam 5.581 unit/kilometer.
    0 komentar

    Mobil Ramah Lingkungan

    Toyota Liva Mobil Hatchback Ramah Lingkungan


    toyota liva
    Makin menjamurnya mobil hatchback di Indonesia salah satunya disebabkan karena modelnya yang simple dan memang di desain untuk mobil dalam kota (City Car). Beragam merk mobil berjenis hatchback turut diramaikan oleh pabrikan asal jepang Toyota. Toyota akan menghadirkan Toyota Liva dan Toyota Etios tahun 2013 mendatang. Namun menurut kabar, sudah ada Toyota Liva yang malang melintang di Jakarta.
    Mobil ini dirancang ramah lingkungan dan juga ramah untuk kantong anda (murah). Mobil ini akan dibandrol dengan harga Rp 76- 114 Juta.
    Toyota Liva sebelumnya telah dipasarkan di Brasil dan India. Pemasaran di masing-masing negara dengan spesifikasi yang berbeda tentunya. Toyota Liva dilengkapi dengan pilihan mesin 1200 cc dan 1500 cc. Entah varian mana nantinya yang akan dipasarkan di Indonesia. Kita tunggu saja gebrakan dari pihak Toyota.
    Kategori: SUV0 Komentar

    Cara Kerja Mesin Sistem Injeksi


    Skema komponen sistem injeksi

    Mesin Sistem Injeksi

    Indonesia mulai kebanjiran mobil-mobil keluaran terbaru. Selain perang model, mobil-mobil terbaru keluaran pabrikan-pabrikan ternama juga bersaing dengan penawaran mobil teririt.  Untuk mendukung hal tersebut, rata-rata mobil keluaran terbaru saat ini mengaplikasikan sistem injeksi pada mesin. Berbeda dengan karburator, sistem injeksi diatur oleh komputer. Komputer mengatur kerja injektor agar pengabutan bensin lebih efisien.
    Saat ini sistem injeksi terbagi menjadi dua yaitu sistem Direct Injection (DI) dan Multi Point Injection (MPI). Cara kerja kedua sistem injeksi ini jelas berbeda. Untuk (DI) cara kerjanya mirip dengan injeksi pada mesin diesel yaitu dengan menyemprotkan bahan bakar langsung ke ruang pembakaran sedangkan untuk sistem injeksi MPI bahan bakar disemprotkan dulu ke intake (lubang pengisapan).

    Sistem injeksi DI vs MPI

    Kedua sistem injeksi ini sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan dari berbagai sisi. Pertama dari sisi harga, MPI menjadi pilihan terfavorit karena lebih murah dari DI. Namun dari sistem kerjanya, efisiensi sistem injeksi DI jauh lebih baik. Mengapa? hal ini disebabkan MPI tidak menyemprotkan langsung bahan bakar ke ruang bakar sehingga memungkinkan adanya deposit dari bahan bakar yang belum terbakar sempurna. Tentu saja hal ini berakibat emisi menjadi tinggi dan katup lebih cepat kotor. Direct Injection sendiri juga memiliki kekurangan antara lain pengaplikasiannya yang rumit kemudian harganya yang jauh lebih mahal. Keuntungan dari sistem injeksi langsung yaitu ruang bakar lebih bersih, bensin lebih irit dan perawatan mesin lebih minim. bensin yang disemprotkan langsung keruang bakar berpengaruh pada pendinginan terhadap piston dan silinder yang lebih cepat dan lebih baik ketimbang MPI. Selengkapnya….

    Atur Suspensi Kendaraan dengan Shockbreaker Remote


    Shockbreaker remote
    Sumber : Kompas Otomotif

    Suspensi bukan menjadi masalah bagi Pemilik BMW F800 GS. Progressive Suspension dari California, Amerika Serikat telah memproduksi shockbreaker tunggal (Monoshock) yang dilengkapi sistem remote. Peredam kejut alternatif ini mampu menyesuaikan keinginan pengendara terhadap suspensi kendaraannya.
    Dengan sistem remote yang diterapkan, pengendara dapat menyesuaikan ketinggian, lembut kerasnya shockbreaker sesuai dengan kenyamanan pengendara. Produk shockbreaker remote ini merupakan pengembangan dari model 456 Series yang lebih dahulu release. Harga peredam kejut ini bisa dibawa pulang dengan menebus $745,90 atau senilai Rp 7.150.000
    0 komentar

    Pasar Motor Meningkat


    Pasar Motor Nasional Tembus Rp 40,7 Triliun

    Persaingan sengit Honda dan Yamaha di segmen motor masih terjadi hingga semester I 2012/ist
    Dunia industri (Juli 2012) -- Nilai pasar motor nasional pada semester I 2012 diperkirakan menembus Rp 40,7 triliun, berdasarkan volume penjualan motor dikali harga rata-rata motor. Tim redaksi duniaindustri.com menghitung volume penjualan motor di semester I 2012 mencapai 3,7 juta unit, sementara harga rata-rata motor sekitar Rp 11 juta per unit. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), pada periode Januari-Juni 2012 penjualan sepeda motor di pasar domestik tercatat 3.702.354 unit, turun 8,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 4.056.075 unit.
    PT Astra Honda Motor (AHM) tercatat sebagai salah satu produsen yang mampu mempertahankan pertumbuhan penjualan yaitu dari hanya 2.099.349 unit menjadi 2.101.881 unit. Pangsa pasar Honda naik signifikan menjadi 56,8% di semester I 2012 dibandingkan semester I tahun 2011 yang hanya 51,8%.
    Penjualan motor di Indonesia di semester I 2012 hampir meningkat dua kali lipat dari kuartal I 2012 (Januari-Maret 2012) yang diperkirakan menembus Rp 21,45 triliun. Angka tersebut merupakan perhitungan duniaindustri.com dari volume penjualan dikalikan harga rata-rata satu unit motor sebesar Rp 11 juta per unit.
    Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), volume penjualan sepeda motor di negeri ini pada kuartal I 2012 turun 2,26% menjadi 1,95 juta unit dibanding periode yang sama tahun lalu. Penjualan motor di Indonesia menurun karena koreksi penjualan Yamaha dan TVS.
    Dari enam merek motor yang dipasarkan di Indonesia, yaitu Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, TVS, dan Kanzen, hanya dua merek yang mengalami penurunan, yaitu Yamaha dan TVS.
    Penurunan terbesar terjadi pada merek TVS, sekitar 16,4% dari 4,99 ribu unit di kuartal I 2011 menjadi 4,17 ribu unit di Januari-Maret 2012. Penjualan Yamaha juga terkoreksi 15% menjadi 712 ribu unit dari 841 ribu unit.
    Sedangkan merek Kawasaki tercatat menorehkan pertumbuhan penjualan tertinggi sebesar 27% menjadi 31,49 ribu unit di kuartal I 2012 dari 24,80 ribu unit di kuartal I 2011. Kenaikan penjualan juga terjadi pada Honda dan Suzuki masing-masing sebesar 7,45% dan 3,9%.
    Pangsa pasar penjualan motor Honda di dalam negeri masih dikuasai Honda. Sepeda motor asal Jepang tersebut menguasai 54,6% pangsa pasar. Penjualan motor Honda pada Januari-Maret 2012 mencapai 1,06 juta unit, meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu 990 ribu unit.
    Tahun 2011
    Pasar motor di Indonesia pada 2011 mencapai 8.043.535 unit atau ditaksir Rp 80,43 triliun dengan harga rata-rata per unit Rp 10 juta. Angka penjualan motor di Indonesia pada 2011 naik 8,7% dibanding 2010.
    Nilai pasar motor di Indonesia merupakan perhitungan Tim Redaksi Duniaindustri yang mencoba menghitung nilai pasar motor Indonesia dengan harga rata-rata motor di Indonesia sebesar Rp 10 juta per unit. Nilai pasar motor di Indonesia selama 2011 bisa lebih tinggi lagi karena terdapat beberapa segmen motor yang harganya di atas Rp 10 juta per unit.
    Data Asosiasi Sepeda Motor Indonesia (AISI) menyatakan Honda yang diusung PT Astra Honda Motor masih menguasai pasar motor di Indonesia dengan total penjualan di 2011 mencapai 4.276.136 unit. Honda merengkuh pangsa pasar 53,16% dari total pasar motor di Indonesia.
    Jika diasumsikan harga rata-rata motor yang dijual seharga Rp 10 juta per unit, maka penjualan Astra Honda Motor ditaksir mencapai Rp 42,76 triliun, lebih dari separuh total pasar motor di Indonesia. Nilai penjualan Astra Honda Motor bisa lebih tinggi dari taksiran tersebut mengingat sejumlah segmen motor dijual lebih tinggi dibanding harga rata-rata Rp 10 juta per unit.
    Di urutan kedua, motor merek Yamaha yang diusung PT Yamaha Motor Kencana Indonesia menorehkan total penjualan di 2011 sebesar 3.147.873 unit. Pangsa pasar Yamaha di 2011 mencapai 39,14%. Dengan asumsi harga rata-rata motor yang dijual seharga Rp 10 juta per unit, maka penjualan Yamaha Motor Kencana Indonesia ditaksir Rp 31,47 triliun di 2011. Nilai penjualan Yamaha Motor Kencana Indonesia bisa lebih tinggi dari taksiran tersebut mengingat sejumlah segmen motor dijual lebih tinggi dibanding harga rata-rata Rp 10 juta per unit.
    Di urutan ketiga, Suzuki menjual 494.481 unit motor di tahun 2011. Dengan demikian pangsa pasar pangsa pasar Suzuki sebesar 6,15% di 2011. Peringkat keempat, Kawasaki mampu melego 100.673 motor di 2011 sehingga menguasai 1,25% pasar motor di Indonesia selama 2011. Disusul TVS yang mencatatkan penjualan total 23.990 unit atau 0,3% pangsa pasar selama 2011.(Tim redaksi 02)
    Rekomendasi
    Penjualan motor di Indonesia mulai terkoreksi pada kuartal I 2012 dan berlanjut di semester I 2012 yang diperkirakan karena sentimen negatif rencana kenaikan uang muka (down payment) minimal 30% yang akan diberlakukan Juni 2012. Penjualan motor yang paling terkena dampak kebijakan tersebut mengingat uang muka kredit kepemilikan motor sangat murah, bisa hanya Rp 300 ribu untuk satu unit motor dengan harga Rp 11.500.000 atau hanya 2,6%. Perusahaan pembiayaan kredit motor, produsen atau ATPM motor, dealer, hingga perusahaan komponen motor terancam menurun penjualannya karena terkait supply chain dari kredit kepemilikan motor. Perusahaan-perusahaan tersebut akan mencari strategi baru agar penjualannya tidak turun.
    0 komentar

    2013 akan semakin meningkat


    2013, Nilai Penjualan Mobil di Indonesia Rp 165 Triliun



    Program mobil murah diperkirakan ikut menopang kenaikan penjualan mobil di Indonesia/ist
    Dunia industri (Oktober 2012) -- Nilai penjualan mobil di Indonesia ditaksir mencapai Rp 165 triliun pada 2013. Duniaindustri.com menghitung nilai penjualan itu berasal dari volume penjualan yang diperkirakan menyentuh 1,1 juta unit dikalikan rata-rata harga mobil Rp 150 juta per unit.
    Pemerintah menargetkan penjualan mobil pada 2013 mencapai 1,1 juta unit, atau naik 10% dibanding target 2012 sebesar 1 juta unit. Kenaikan penjualan mobil seiring makin banyaknya produk mobil dengan harga murah (low cost car). Ditambah lagi beberapa prinsipal asal Jepang telah mengoperasikan pabrik barunya di Indonesia.
    Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Budi Darmadi mengatakan, penjualan mobil 2013 diproyeksikan menyentuh angka 1,1 juta unit dengan beroperasinya pabrik baru Nissan, Honda dan Daihatsu.
    Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Sudirman Maman Rusdi mengatakan, industri otomotif Indonesia bisa mengungguli Thailand dalam tiga hingga empat tahun mendatang.
    Hal ini harus didukung oleh sejumlah faktor, seperti kesiapan infrastruktur, kebijakan pemerintah, pemberian insentif untuk penelitian dan pengembangan, serta kemudahan dalam mendapatkan bahan baku seperti besi baja, aluminium, karet dan plastik.
    "Kalau infrastruktur berjalan dan ekonomi membaik maka pelaku industri akan tambah kapasitas sesuai demand yang ada. Pelaku usaha di sektor otomotif sudah bicara dengan pemerintah dan 'blue print' (cetak biru) pemerintah sudah ada," ujarnya.
    Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil selama periode Januari-September 2012 mencapai 816.322 unit. Angka tersebut mendekati total penjualan tahun lalu sebesar 894.164 unit, sehingga target penjualan 1 juta unit tahun ini diyakini akan tercapai.
    Selama September, penjualan mobil mencapai 102.111 unit, naik dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 76.445 unit. Selama periode sembilan bulan tahun ini, penjualan tertinggi diraih oleh Toyota sebanyak 298.646 unit, disusul Daihatsu 120.664 unit, Mitsubishi 109.461 unit, dan Suzuki 87.882 unit.
    Populasi mobil di Indonesia melonjak lebih dari dua kali lipat selama 11,5 tahun terakhir. Sekitar 68,6% di antaranya berada di Pulau Jawa. Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto menilai, persebaran populasi kendaraan di Indonesia masih timpang karena didominasi di Pulau Jawa. "Total populasi kendaraan baru akan terkonsentrasi di Pulau Jawa dengan proyeksi sekitar 70%," ujarnya.
    Pola transportasi di Indonesia yang masih mengandalkan transportasi darat memicu pertumbuhan tinggi populasi mobil di Indonesia. "Dari total pasar mobil pada tahun 2011 sebesar 894.164 unit, 68,6 persen pangsa pasar di antaranya berada di Jawa," ujarnya.
    Populasi mobil pada tahun 2000 hanya mencapai 5,04 juta unit. Angka tersebut melonjak 117,7% menjadi 10,97 juta unit terhitung hingga Mei 2012. Pada tahun 1989, populasi mobil mencapai 2,29 juta unit dan melonjak 120,1% pada tahun 2000.
    Data tersebut diperoleh dari asumsi Gaikindo yang dihitung berdasarkan mobil yang masih aktif beroperasi baik dalam kondisi bekas maupun baru. Dengan populasi dan pertumbuhan sebesar itu, Indonesia menjadi negara di ASEAN yang mencatatkan pertumbuhan populasi mobil yang kurang agresif. Namun, populasi mobil di Indonesia secara volume masih relatif lebih besar dibandingkan dengan Malaysia.
    Total populasi kendaraan bermotor di Indonesia pada 2011 ditaksir mencapai 107.226.572 unit. Jumlah itu terdiri atas 12,8% kendaraan roda empat (mobil) dan 81,2% kendaraan roda dua (motor).
    Total populasi kendaraan bermotor di Indonesia merupakan hasil perhitungan tim redaksi duniaindustri.com dari data dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
    Data Polri menyebutkan pada tahun 2009 tercatat ada 10.364.125 unit mobil, sementara motor mencapai 70.714.569 unit. Dengan demikian, total populasi kendaraan bermotor di Indonesia 81.078.694 unit di 2009, yang terdiri atas 12,8% mobil, sementara motor 81,2%.
    Duniaindustri.com mengasumsikan kenaikan penjualan kendaraan bermotor di 2010 sebesar 15%, maka total populasi kendaraan di Indonesia pada 2010 mencapai 93.240.498 unit. Sementara di 2011, jika populasi kendaraan meningkat 15% dibanding 2010, maka total populasi kendaraan di negeri ini mencapai 107.226.572 unit.
    Total populasi kendaraan bermotor di Indonesia sebesar 107.226.572 unit pada 2011, diperkirakan menjadi yang terbesar ketiga di dunia, setelah Amerika Serikat dengan jumlah 246,56 juta unit, disusul China sebanyak 154,65 juta unit.
    Sebagai perbandingan, data duniaindustri.com yang diperoleh dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menyebutkan, total populasi kendaraan bermotor di Indonesia mencapai 50.824.128 unit atau terbesar keenam di dunia pada 2010.
    Populasi kendaraan bermotor di dunia yang paling besar berada di Amerika Serikat dengan jumlah 246,56 juta unit, disusul China sebanyak 154,65 juta unit, Jepang 92,49 juta unit, India 76,43 juta unit, Jerman 54,87 juta unit, baru kemudian Indonesia.
    Total populasi kendaraan bermotor di Indonesia menjadi yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara, di atas Thailand sebanyak 25,29 juta unit, Vietnam 14,51 juta unit, Malaysia 7,28 juta unit, dan Filipina 2,15 juta unit.
    Dengan jumlah penduduk Indonesia mencapai 234,69 juta orang pada 2010, rasio penduduk terhadap populasi kendaraan bermotor adalah 1 unit kendaraan berbanding 4,6 orang. Itu berarti setiap 4,6 orang di Indonesia memiliki satu kendaraan bermotor, baik mobil ataupun motor.
    Perkembangan populasi kendaraan bermotor di Indonesia bergerak melebihi pertumbuhan panjang jalan di negeri ini. Panjang jalan di Indonesia hingga tahun lalu mencapai 368.360 kilometer. Dengan begitu, rasio kendaraan bermotor terhadap panjang jalan di Indonesia mencapai 138 unit/kilometer. Rasio kendaraan bermotor terhadap panjang jalan di Indonesia cukup tinggi dibanding Malaysia yang hanya 74 unit/kilometer, Filipina 11 unit/kilometer, namun di bawah Thailand 441 unit/kilometer dan Vietnam 5.581 unit/kilometer.
    Tingginya populasi kendaraan bermotor di Indonesia tidak lepas dari pesatnya pertumbuhan penjualan mobil dan motor di negeri ini. Duniaindustri mencatat, di semester I 2011 penjualan mobil di Indonesia whole sales (sampai tingkat dealer) mencapai 415.276 unit, naik 12,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu 370.214 unit. Penjualan motor di Indonesia naik 12,86% di semester I 2011 dibanding semester I 2011, dari 3,6 juta unit menjadi 4,07 juta unit.(Tim redaksi 01)
    0 komentar